Hack Aktivasi Pulsa

JEBOL KODE VOUCHER PULSA DENGAN APLIKASI JAVA
Apakah anda sudah mengetahui trick dari mengatifkan aplikasi ini ???
jika sudah, beritahukan rahasia ini kepada teman teman kita agar kita bisa berbagi bagi trick
menjebol pulsa dengan bantuan program aplikasi java lewat mig33 .
supaya kita bisa terus chating menggunakan server mig33 atau layanan lainnya tanpa terlalu harus banyak membeli pulsa. tapi ketika anda sudah bisa memiliki dan mengaktifkan aplikasi ini jangan pernah membocorkan cara mengaktifkannya secara cuma cuma.kecuali kalau teman anda berani membayar kepada anda untuk cara mengaktifkannya.
anda boleh membantunya karena disamping itu bisa menjadi sumber penghasilan anda dari memberikan informasi juga menjaga USER CRACKING FULL.
karena jika terlalu banyak orang yang menggunakan aplikasi ini untuk melakukan crack kode voucher.tidak menutup kemungkinan kode kode yang sedang anda crack sudah didahului oleh orang lain.sehingga anda bisa menjadi orang yang terlambat.
jika anda belum mengetahui aplikasi dan informasinya silahkan baca petunjuknya terlebih dahulu..!!
jangan pernah terlambat...!!!!
Program ini hanya berlaku bagi pengguna server mig33 dan HANDPHONE yang sudah memiliki fitur untuk menjalankan aplikasi java.
modal hadware anda tidak perlu menggunakan komputer yang harganya JUTAAN atau menggunakan software pendeteksi kode yang harganya lumayan cukup mahal sekitar RATUSAN RIBU RUPIAH seperti brutus yang hanya bisa di instal di Komputer.
itupun bukan untuk mencracking kode voucher tapi untuk mengcracking kode kode password.
tapi ini cukup menggunakan handphone biasa yang sudah berfasilitas java,Karena sebetulnya aplikasi ini memang dirancang untuk bisa dioperasikan di handphone yang sudah memiliki fitur java.
tidak ada salahnya kita mencoba dan berusaha untuk memakai aplikasi ini.
yakinkan pasti anda bisa melakukan keahlian menckacing dengan cara mendownoload dan menginstalkannya terlebih dahulu di handphone anda.
ketika anda berminat mengaktifkan aplikasi ini link downloadnya akan dikirim melalui sms ke nomer handphone anda secara otomatis dan anda sudah bisa menggunakan aplikasinya secara free.

Security GSM dan CDMA

Jaringan GSM
GSM (Global System for Mobile) adalah standar eropa untuk komunikasi selular digital. GSM dideklarasikan pada tahun 1982 pada European Conference of Post and Telecommunication Administrations (CEPT). Lebih lanjut, sejarah GSM sebagai standar komunikasi digital disepakati dalam GSM MoU pada tahun 1987, dimana 18 negara sepakat untuk mengimplementasikan jaringan selular yang berbasis GSM. Pada tahun 1991 Jaringan GSM pertama kali muncul.
A. Aspek Keamanan yang disediakan GSM
GSM menawarkan 3 aspek keamanan yaitu :
1. Autentifikasi pengguna.
Yaitu kemampuan telepon selular untuk membuktikan apakah yang melakukan akses adalah pengguna yang sah.
2. Kerahasiaan data dan sinyal.
Yaitu proses mengenkripsi pesan dan data yang di transmisikan.
3. Kerahasiaan pengguna.
Yaitu sewaktu jaringan butuh identitas pelanggan atau selama proses autentifikasi IMSI (International Mobile Subscribe Identity) yang unik tidak dalam bentuk plainteks (sudah terenkripsi).
B. Arsitektur jaringan GSM
Bagian arsitektur jaringan GSM yang terkait dengan sistem keamanan adalah mobile station (MS), Base Station Subsistem (BSS), dan Network and Switching Subsistem (NSS).
1. Mobile Station (MS)
a. Mobile Equipment (ME).
ME adalah perangkat fisik yang digunakan untuk berkomunikasi. Fitur keamanan yang terdapat di dalam ME adalah International Mobile Equipment Identity (IMEI) yang berfungsi sebagai identitas ME. Adanya IMEI memungkinkan operator memastikan bahwa bukan ME curian atau ME yang tidak terdaftar yang digunakan.
b. Subscriber Identity Module (SIM)
SIM adalah sebuah smart card yang mengidentifikasikan MS didalam jaringan. Data- data yang berkaitan dengan sistem keamanan GSM didalam SIM adalah :
1) Identitas pelanggan berupa IMSI yang merupakan identitas utama dari sebuah MS dan MSISDN (Mobile Station ISDN)
2) PIN (Personal Identification Number)
3) Kunci autentikasi Ki, dan algoritma A3,A5, dan A8
4) Ki adalah kunci autentifikasi dengan panjang 128 bit yang berfungsi untuk membangkitkan 32 bit response pada proses autentifikasi yang disebut SRES.
2. Base Station Subsistem (BSS)
BSS terdiri dari Base Station Controller (BSC) dan Base Transceiver Station (BTS). Proses enkripsi – dekripsi data dengan menggunakan algoritma A5 terletak di BTS.


3. Home Location Register (HLR)
HLR adalah database utama yang digunakan untuk menyimpan semua data yang berhubungan dengan pelanggan. Ada dua jenis parameter keamanan yang disimpan di HLR yaitu data permanen yang terdiri dari IMSI dan kunci autentikasi Ki, serta data temporer yang terdiri dari RAND, SRES, dan kunci penyandian Kc.
4. Authentication Centre (AUC)
AUC menyimpan data-data yang diperlukan untuk mengamankan komunikasi pada jalur radio terhadap berbagai gangguan. Data-data tersebut adalah data autentikasi yang berupa IMSI dan Ki, RAND, SRES, Kc, serta algoritma A3 dan A8.
5. Visitor Location Register (VLR)
VLR adalah suatu database yang memuat informasi dinamis tentang seluruh MS yang sedang berada dalam area pelayanan MSC. Fungsi VLR yang berkaitan dengan sistem keamanan GSM adalah:
a. Bekerja sama dengan HLR dan AUC untuk proses autentikasi.
b. Meneruskan pengiriman kunci penyandian Kc dari HLR ke BSS untuk proses enkripsi/dekripsi.
c. Mengontrol alokasi pemberian nomor TMSI baru.
d. Nomor TMSI berubah-ubah secara periodik untuk melindungi identitas pelanggan.

C. Layanan sistem keamanan GSM

Berdasarkan ETSI 02.09, terdapat empat layanan dasar sistem keamanan GSM, yaitu alokasi TMSI, autentikasi, penyandian (enkripsi/dekripsi data), serta identifikasi ME dan modul SIM.
1. Alokasi TMSI
Identitas pelanggan dirahasiakan dengan tidak mengirimkan IMSI melalui interface radio jika dalam keadaan normal. IMSI dikirimkan hanya pada saat pertama kali pelanggan mengakses jaringan dan apabila jaringan kehilangan korelasi antara IMSI dengan TMSI (Temporary Mobile Subscriber Identity). TMSI adalah pengganti IMSI yang diberikan oleh VLR. TMSI bersifat sementara, berubah-ubah secara acak pada setiap location update, dan dikirimkan dalam keadaan terenkripsi oleh algoritma A5.
2. Autentikasi
Autentikasi identitas pelanggan bertujuan untuk mengetahui apakah pelanggan tersebut terdaftar dalam database jaringan atau tidak. Proses autentikasi ini diperlukan selama registrasi lokasiMS, location update dengan perubahan VLR, dan call setup Mekanisme autentikasi dalam GSM dikenal dengan nama metoda Challenge– Response, yaitu teknik autentifikasi dengan cara memberikan challenge (RAND) kepada pelanggan untuk menghasilkan suatu informasi ertentu (response-SRES). Autentikasi tersebut melibatkan serangkaian parameter RAND, SRES, dan Kc yang disebut triplet. Di sisi aringan, triplet dihasilkan secara simultan di AUC.



3. Penyandian data
Enkripsi data dengan algoritma A5 bisa dilakukan setelah proses autentikasi pelanggan, yakni setelah MS yang mengakses jaringan terbukti legal sebagai pelanggan GSM. Proses penyandian data yang terjadi di MS sama persis dengan yang terjadi di BTS. Karena menggunakan kunci yang sama maka sepasang codeword yang dihasilkan dari algoritma inipun juga sama. Proses enkripsi menggunakan codeword untuk membentuk cipher text yang akan dikirimkan, sedangkan proses dekripsi menggunakan codeword untuk mendapatkan plain text kembali.



D. Mekanisme sistem keamanan GSM
Sistem keamanan GSM berdasar pada pertukaran data antara HLR ( Home Location Register) dengan kartu SIM pada MS (Mobile Station atau telepon selular). Data yang ditukarkan diatas yaitu Ki, yaitu kunci sepanjang 128 bit yang digunakan untuk membuat 32 bit response yang disebut SRES, sebagai jawaban dari adanya random challenge yang disebut RAND, yang dikirim MSC melalui BTS kepada MS. Selain Ki data yang ditukarkan yaitu Kc, yaitu kunci sepanjang 64 bit yang digunakan untuk mengenkripsi pesan selama di udara antara BTS dengan MS. RAND, SRES yang dibangkitkan berdasarkan adanya RAND dan Ki, serta Kc yang juga dibangkitkan berdasarkan Ki disebut triplet, yang triplet tersebut telah dijelaskan di bagian makalah sebelumnya dalam proses autentifikasi.
Proses autentifikasi dimulai dengan adanya MS sign on MSC (Mobile Service Switching Center) melalui BTS dengan mengirim identitas, kemudian MSC meminta triplet kepada HLR, lalu HLR memberi HLR kepada MSC. MSC mengirim RAND kepada MS, kemudian MS menghitung SRES dengan algoritma A3 menggunakan RAND yang diterima dan Ki yang terdapat pada SIM. Setelah itu MS mengirim SRES kepada MSC. MSC menerima SRES, lalu mencocokkan SRES dengan SRES dari triplet dari HLR ( HLR dapat menghitung SRES dari RAND yang HLR buat, karena HLR mengetahui semua Ki pada SIM).



Setelah proses autentifikasi selesai, MS membangkitkan kunci sesi, Kc, dengan algoritma A8 berdasarkan pada challenge dari MSC dan Ki. Begitu juga pada BTS yang berfungsi sebagai sarana komunikasi dengan BTS, menerima Kc dari MSC, sehingga proses komunikasi udara antara BTS dengan MS terenkripsi. Setiap frame dienkripsi dengan keystream yang berbeda. Keystream ini di bangkitkan dengan algoritma A5. Algoritma A5 diinisialisasi dengan Kc dan jumlah frame yang akan dienkripsi, kemudian membangkitkan keystream yang berbeda untuk setiap frame. Ini berarti suatu panggilan dapat didekripsi jika penyerang mengetahui Kc dan jumlah dari frame. Kc yang sama digunakan selama MSC belum mengautentifikasi MS lagi.




Berikut ringkasan dari algoritma yang digunakan dalam GSM




E. Algoritma Kriptografi GSM

1. Algoritma A3, Algoritma autentifikasi.
Algoritma A3 adalah algoritma autentifikasi dalam model keamanan GSM. Fungsi A3 yaitu untuk membangkitkan response yang lebih dikenal dengan SRES sebagai jawaban dari random challenge yang dikenal dengan RAND.
Algoritma A3 mendapatkan nilai RAND dari MSC dan kemudian dengan kunci Ki dari SIM membangkitkan 32 bit sebagai keluaran yang mana disebut response RES. Baik RAND maupun Ki adalah nilai rahasia sepanjang 128 bit.



Dalam waktu dekat setiap operator GSM di seluruh dunia akan menggunakan algoritma yang disebut COMP128 sebagai penggabungan algoritma A3 dan A8. COMP128 adalah algoritma yang sudah disepakati dalam konsorsium GSM. Algoritma lain pun sudah bermunculan, tetapi semua operator akan menggunakan COMP128.

COMP128 memiliki mekanisme seperti algoritma A3 pada gambar 6, tetapi COMP128 membangkitkan nilai 128 bit, dimana 32awalnya merupakan SRES seperti pada algoritma A3.
2. A8, Algoritma untuk membangkitkan nilai kunci sesi (Kc)
Algoritma A8 adalah algoritma yang berfungsi untuk membangkitkan kunci sesi pada system keamanan GSM. Algoritma A8 membangkitkan kunci sesi, Kc, dengan melihat random challenge, RAND, yang diterima dari MSC dan kunci rahasia Ki, yang terdapat pada kartu SIM. Algoritma A8 menagmbil 128 bit masukkan dan membangkitkan 64 bit keluaran. Keluaran sejumlah 64 bit ini merupakan kunci sesi Kc.
Nilai Kc ini dapat dibangkitkan oleh MS dan HLR, sehingga BTS dapat menerima nilai Kc yang sama yaitu dari MS dan dari MSC. MSC dapat membangkitkan nilai Kc karena mendapat kiriman dari HLR. Sedangkan HLR dapat membangkitkan nilai Kc karena HLR mengetahui kedua nilai yang dibutuhkan untuk membangkitkan nilai Kc, yaitu RAND (karena yang membangkitkan RAND adalah HLR) dan Ki (karena Ki semua pelanggan pasti diketahui oleh penyedia layanan (operator)). Kunci sesi, Kc, digunakan sampai MSC memutuskan untuk perlu mengautentifikasi MS lagi. Biasanya Kc digunakan sehari penuh setelah proses autentifikasi.



Seperti yang sudah dijelaskan di subbab sebelumnya, 2.5.1, COMP128 menggunakan kedua algoritma yaitu algoritma A3 dan A8. Algoritma COMP128 membangkitkan SRES dan kunci sesi, Kc, dalam satu waktu. Hasil dari COMP128 adalah 32 bit awal merupakan SRES dan 54 bit akhir merupakan kunci sesi, Kc, sampai MS kembali diautentifikasi.




COMP128 menghasilkan kunci sesi, Kc, sepanjang 54 bit yang seharusnya 64 bit jika dibangkitkan dengan algoritma A5. Sepuluh bit nol ditambahkan ke kunci sesi. Kc, yang dibangkitkan COMP128, sehingga diperoleh kunci sepanjang 64 bit yang mana 10 bit terakhirnya merupakan bit-bit nol. Hal ini efektif untuk mengurangi perbedaan kunci dari 64 bit ke 54 bit. Hal ini adalah prinsip yang digunakan di semua implementasi algoritma A8.

Baik algoritma A3 maupun A8 disimpan di dalam SIM, yang bertujuan ntuk mencegah orang merusak algoritma tesebut. Ini berarti operator dapat memutuskan, algoritma mana yang digunakan secara bebas oleh pembuat perangkat keras dan algoritma mana yang digunakan oleh operator jaringan lain.
3. A5/1, Algoritma untuk mengenkripsi pesan selama di udara
Algoritma A5 adalah cipher aliran yang digunakan untuk mengenkripsi pesan dalam transmisi udara. Cipher aliran ini diinisialisasi setiap frame dikirim. Cipher aliran ini diinisialisasi dengan kunci sesi, Kc, dan jumlah frame yang akan dienkripsi. Kunci sesi yang sama digunakann sepanjang panggilan berlangsung, tetapi 22 bit nomor frame berubah selama proses berlangsung, kemudian membangkitkan keystream yang unik untuk setiap frame.


Algoritma A5 yang digunakan di negara-negara Eropa terdiri dari tiga LSFRs dari tiga panjang yang berbeda. Pada gambar 10, kombinasi tiga panjang LSFRs adalah 64 bits. Output dari tiga register yang di LSFRs tersebut di XOR kan secara bersamaan dan hasil XOR menggambarkan satu keystream bit. LSFR tersebut memiliki panjang 19, 23, dan 23 bit dengan beberapa feedback yang polinomial. Ketiga register tersebut dijadwalkan berdasarkan pada bit tengah pada register. Register dijadwalkan jika bit tengahnya sesuai dengan nilai mayoritas dari tiga bit tengah register lainnya.

Contoh, jika bit tengah dari tiga register tersebut masing-masing 1,1 dan 0, maka dua register pertama dijadwalkan, atau contoh lain bit tengah masing-masing register adalah 0, 1 dan 0 maka register pertama dan ketiga dijadwalkan. Karena itu, maka minimal dua register dijadwalkan bersamaan dalam setiap putaran. Untuk lebih jelasnya lihat gambar 11.



Tiga LSFRs pada gambar diatas diinisialisasi dengan kunci sesi dan jumlah frame. Mekanisme kerjanya yaitu, pertama 64 bit Kc di load ke dalam register bit demi bit, LSB (Left Significant Bit/ bit paling kiri) dari kunci di XORkan dengan masing-masing LSFRs. Semua register dijadwalkan secara bersamaan (aturan mayoritas penjadwalan seperti dijelaskan di atas dinonaktifkan). Semua bit dalam Kc yaitu sejumlah 64 bit di load ke dalam register secara bersamaan. Bit-bit yang menyatakan jumlah frame sebanyak 22 bit juga diload ke dalam register secara bersamaan, kecuali jika aturan penjadwalan iaktifkan dari sekarang.

Setelah semua register telah diinisialisasi dengan Kc dan jumlah frame, register tersebut dijadwalkan seratus kali dan pembangkitan keystream bit dihentikan. Hal ini dilakuka sewaktu mencampur frame number dan mengunci material bersamaan. Sekarang 228 bit dari keluaran keystream dibangkitkan. Keystream sejumlah 228 bit tersebut dapat dikategorikan denga 114bit digunakan untuk mengenkripsi frame dari MS ke BTS dan 114 bit sisanya digunakan untuk mengenkripsi frame dari BTS ke MS. Setelah itu algoritma A5 diinisialisasi kembali dengan kunci sesi, Kc, yang sama dan jumlah frame berikutnya.
Sejak pertama kali jaringan GSM ada, algoritma selain A5 telah didesain dan diimplementasikan. Motivasi utamanya karena algoritma enkripsi A5 yang orisinil sangat sulit untuk diterapkan di timur tengah. Sehingga algoritma A5 yang orisinil diganti namanya dengan A5/1. Algoritma lain yang termasuk di dalamnya yaitu A5/0, yang berarti tidak ada enkripsi sama sekali, dan A5/2, algoritma udara lemah. Secara umum, algoritma A5 setelah A5/1 memiliki nama A5/x. Sebagian besar algoritma A5/x lebih lemah dibandingkan dengan algoritma A5/1, yang mana waktu kompleksitasnya 2 seperti yang telah diperlihatkan di atas. Perkiraan waktu kompleksitas A5/2 lebih rendah yaitu 2.
Enkripsi ini digunakan di USA. Sedangkan untuk algoritma A5 yang lain tidak terapat fakta tentang mereka, sehingga yang diketahui hanya perkiraan dan asumsi. Dari uraian di atas dapat disimpulkan karakteristik A5 yaitu :
a. A5 adalah stream cipher yang terdiri dari tiga clock yang dikontrol oleh LSFRs dengan derajat 19, 22, dan 23
b. Kontrol clock difungsikan dengan melihat bit-bit tengah dari ketiga register.
c. Jumlah dari masing-masing derajat register tersebut adalah 64 bit. Kunci sesi sejumlah 64 bit digunakan untuk menginisialisasi register.
d. Jumlah frame sebanyak 22 bit dimasukkan ke dalam register.
e. Dua keystream dengan panjang 114 bit dibuat untuk tiap frame, yang mana di XORkan dengan saluran atas dan bawah
F. Jenis-jenis Serangan pada Jaringan GSM
Serangan terhadap jaringan GSM sangat berbagai macam, berikut beberapa jenis serangan pada GSM :
1. Serangan Brute Force pada A5
Serangan brute force secara real-time pada sistem keaman GSM tidak relevan. Hal itu dikarenakan waktu kompleksitas untuk serangan ini sekitar 2 ( 2 jika semua digit tidak bernilai kosong). Brute force attack membutuhkan waktu yang banyak untuk memungkinkan penyadapan pada panggilan GSM secara real-time. Penyadapan mungkin dilakukan dengan melakukan perekaman frame antara MS dan BTS dan melakukan serangan setelah itu.
Jika kita memiliki procesor Pentium III dengan 20 juta transistor dan implementasi untuk satu set LSFRs (A5/1) membutuhkan 2000 transistor, maka kita akan memiliki 10.000 implementasi A/5 secara paralel dalam satu procesor. Jika chip itu memiliki clocked 600MHz dan tiap implementasi A5 akan membangkitkan output sebesar satu bit untuk tiap putarannya. Jika kita membutuhkan untuk membangkitkan 100+114+114 bit, kita dapat mencoba 2 Milyar kemungkinan kunci dalam satu detik untuk tiap-tiap implementasi A5/1. Maka untuk jumlah kemungkinan kunci 2 , membutuhkan waktu sekitar 900.000 detik atau setara dengan 250 jam dengan satu procesor.
Serangan dapat dioptimalkan dengan melihat pada kunci yang lebih spesifik setelah keystream yang tidak valid pertama. Ini dapat mengurangi kebutuhan waktu sepertiga dari semula. Serangan juga dapat dilakukan dengan multiprocesor, sehingga dapat mengurangi kebutuhan waktu secara drastis sebanding dengan banyaknya penggunaan procesor.
2. Serangan Divide and Conquer pada A5
Divide and Conquer yaitu serangan untuk mengurangi kompleksitas algoritma A5 dari 2 menjadi 2, sehingga dapat mengurangi sebanyak 29 = 512 kali lebih cepat dari semula. Serangan divide and conquer berdasarkan pada known plainteks attack. Penyerang mencoba untuk mendapatkan inisial state dari LSFRs dari keystrean yang diketahui. Penyerang ingin mengetahui semua nilai keystream bit sebanyak 64 bit. Nilai keystream itu dapat ditemukan jika penyerang mengetahui beberapa cipherteks yang berkorespondensi dengan plainteks.
Ini bergantung pada besarnya format frame GSM yang dikirim kembali dan seterusnya. Ftame GSM tediri dari sejumlah informasi yang tetap, contohnya frame header. Kebutuhan untuk menemukan 64 bit tidak dapat selalu dilaksanakan, tetapi 32 sampai 48 bit biasanya ditemukan. Kadang-kadang lebih dari itu. Penyerang hanya membutuhkan 64 bit plainteks. Pada serangan divide and conquer diimplementasikan dengan menebak isi dari dua LSFRs yang pendek dan menghitung LSFRs yang ketiga dari nilai keystream yang diketahui.
Ini dapat dilakukan dengan 2 serangan, jika clock dari dua register pertama tidak bergantung pada register yang ketiga. Karena nilaibit tengah dari register ketiga digunakan dalam clocking, kita harus menebak setengah dari bit pada register ketiga antara clock bit dan LSB. Ini dapat meningkatkan waktu kompleksitas dari 2 menjadi 2. J. Golic telah mengajukan divide and conquer yang lain berbasis asumsi yang sama dengan rata-rata kompleksitas dari 2^40.16[2]. Golic menunjukan hanya 2^62.32 inisisal states yang dapat menjangkau dari 2^64 inisial states.
Berdasarkan asumsi itu, dia menjelaskan bagaimana mendapatkan persamaan linear dengan menebak n bit pada LSFRs. Dengan menyelesaikan persamaan linerar, satu yang dapat di kembalikan inisial statesnya dari tiga LSFRs. Kompleksitas dari penyelesaian persamaan linear tersebut adalah 2^41.16. Dengan rata-rata, satu dapat menyelesaikan internal state dengan 50 persen kesempatan dalam 2^40.16 operasi. Golic juga mengajukan serangan Time-Memory Trade-Off berdasarkan Birthday paradox pada paper yang sama[2]. Objektif dari serangan ini untuk mendapatkan internal state dari tiga LSFRs pada waktu yang diketahui dan keystream sequence , kemudian merekonstruksi kunci sesi, Kc.
3. Mengakses Sinyal Jaringan
Menurut dua contoh sebelumnya, jelas terlihat bahwa algoritma A5 bukan lgoritma yang aman karena masih memungkinkan serangan dengan brute-force dan pada prakteknya, memang algoritma ini tidak aman, karena serangan brute-force sebenarnya memang tidak terlalu sulit diimplementasikan pada hardware yang tersedia sekarang yang frekuensinya mencapai sekitar 3000 Mhz. Meskipun algoritma cukup untuk mencegah serangan penyadapan di udara sehingga gelombang udara antara MS dan BTS menjadi titik persoalan penting pada system keamanan GSM.
Sesuai dengan pernyataan sebelumnya transmisi antara MS dan BTS dienkripsi, tetapi setelah sampai BTS, data tersebut ditransmisikan dalam bentuk plainteks. Fakta pernyataan di atas mmbuka kemungkinan baru. Jika penyerang dapat mengakses jaringan sinyal operator, maka penyerang dapat mendengarkan segala sesuatu yang ditransmisikan, termasuk segala sesuatu yang berada dalam panggilan seperti RAN, SRES dan Kc. Jaringan sinyal SS7 yang digunakan oleh jaringan operator GSM benar-benar tidak aman jika penyerang dapat mengakses secara langsung Pada skenaraio lain jika penyerang meyerang HLR pada suatu jaringan, maka penyerang dapat mengambil Ki untuk semua pelanggan pada jaringan tersebut.
Mengakses sinyal jaringan memang tidak terlalu sulit. Meskipun BTS biasanya dihubungkan dengan kabel. Tetapi ada beberapa yang dihubungkan melalui gelombang microwave atau satelit. Saluran ini akan mudah untuk diakses dengan peralatan yang baik. Sebagian besar peralatan yang tersedia untuk penyadapan GSM sangat mudah digunakan, dan spesifikasi alat ini tidak melanggar hukum yang berlaku. Ini menjadi pertanyaan tentang mengapa penyerang ingin memecahkan enkripsi algoritma A5 yang melindungi sesi dari MS tertentu, atau memecahkan enkripsi antara BTS dan BSC (Basic Station Controller) dan mencari akses jaringan. Kemungkinan untuk mengakses kabel sangat sulit dilakukan, walaupun hal ini merupakan serangan yang paling nyata dan tidak akan terdeteksi dalam waktu lama, jika dilakukan secara hati-hati. Kemampuan untuk menyadap transmisi data antara BTS dan BSC memungkkinkan penyerang dapat memonitor panggilan telepon dengan menyadap saluran panggilan, atau penyerang dapat mengambil nilai kunci sesi, Kc, dengan memonitor saluran, memotong panggilan di udara dan mendekripsikannya di udara. Sehingga penyerang saat ini mengetahui Kc. Pendekatan lain yaitu sosial engineering.
Pendekatan ini jangan dianggap remeh, meskipun ini kedengaran lucu. Mekanisme penyerangannya yaitu penyerang berpura-pura sebagai tukang service atau sejenisnya, masuk ke dalam gedung dan menginstalasi alat penyadap gelombang. Dia dapat juga menyuap seorang engineer yang bekerja di tempat itu untuk memasang alat penyadap tersebut atau dapat juga meminta engineer tersebut untuk memberinya semua kunci Ki seluruh pelanggan pada operator tersebut. Kemungkinan menggunakan cara ini sangat kecil, tetapi cara ini merupakan cara yang paling nyata.
4. Mengambil Kunci dari SIM
Keamanan dari keseluruhan sistem keamanan GSM terletak pada kunci rahasia, Ki. Jika kunci ini berhasil diperoleh maka seluruh informasi lain mengenai pelanggan yang bersangkutan dapat diperoleh. Sewaktu penyerang mampu untuk mengambil kunci Ki, maka dia tidak hanya mampu mendengarkan panggilan telepon pelanggan, tetapi juga menggunakan panggilan dengan menggunakan nomor pelanggan asli, karena dia dapat menirukan legitimasi pelanggan. Jaringan GSM memiliki gelombang penjegal untuk jenis serangan seperti ini, mekanismenya yaitu jikia dua telepon dengan ID yang sama dijalankan secara bersamaan, dan jaringan GSM mendeteksinya, mencatat lokasi kedua telepon tersebut, mendeteksi ada telepon yang “sama” pada lokasi yang berbeda, maka secara otomatis jaringan GSM akan menutup account tersebut, untuk mencegah penyerang melakukan pengkloningan telepon.
Tetapi pencegahan seperti ini sangat tidak mangkus jika penyerang hanya ingin mendengarkan panggilan pelanggan. Grup peneliti dari Pengembang smartcard dan ISAAC(Internet Security, Applications, Authentication and Cryptography) melihat adanya cacat pada algoritma COMP128 yaitu dapat secara mangkus untuk mengambil kunci Ki dari SIM [4][5].
Serangan ini berbasis pada chosen-challenge attack. Hal ini dikarenakan lgoritma COMP128 jika kita mengetahui nilai RAND dan SRES maka kita mengetahui nilai Ki. SIM yang di akses dengan smartcard reader terhubung dengan PC. PC membuat sekitar 150.000 challenges ke SIM dan SIM membangkitkan SRES dan kunci sesi, Kc, berdasarkan challenge dan kunci Ki. Maka dari itu nilai Ki dapat dideduksi dari SRES response menggunakan diferensial kriptanalisis.
Smartcard reader dapat digunakan untuk serangan dengan menghasilkan 6.25 query per detik ke kartu SIM. Sehingga serangan membutuhkan waktu sekitar delapan jam, setelah itu hasilnya dianalsisis. Dengan cara seperti ini penyerang harus dapat mengakses secara fisik SIM yang akan menjadi target selama delapan jam. Selain itu, kemungkinan ini juga berlaku pada skenario sosial engineering. Kemungkinan itu dapat berupa dealer GSM yang korup akan menggandakan kartu SIM dan menjual kartu tersebut ke pihak ketiga. Kemungkinan lain yaitu mencoba untuk menjual kartu SIM ke seseorang yang bertujuan untuk menguping panggilan telepon. Pihak dealer yang korup tersebut akan memberikan penyerang kartu SIM korban, sehingga penyerang dapat mengkloning kartu SIM tersebut dan digunakan untuk melakukan penyadapan telepon.
Ini semua merupakan scenario yang realistis yang memungkinkan untuk memecahkan algoritma COMP128 yang merupakan keamanan terbesar dari seluruh sistem keamanan GSM, sehingga pada akhirnya sistem keamanan GSM tersebut tidak memberikan efek keamanan apapun.


5. Mengambil Kunci dari SIM di udara
Serangan udara berdasarkan pada mekanisme antara MS (mobile station/handphone) yang membutuhkan respon berupa challenge dari jaringan GSM. Jika sinyal dari BTS yang sah di akses oleh penyerang, dan penyerang tersebut mem-bom MS dengan challenge dan merekonstruksi kunci rahasia Ki dari respon MS. Serangan akan dilakukan di tempat dimana sinyal dari BTS yang sah tidak tersedia, tetapi telepon masih hidup. Untuk menghindari pelanggan merasa curiga mengapa baterai teleponnya mudah habis walaupun tidak digunakan telepon, maka penyerang melakukan serangan tidak sekaligus selama delapan jam.
Tetapi penyerang melakukan nya selama kurang lebih 20 menit sehari. Setelah SIM dapat dikloning, maka SIM hasil kloning dapat dipakai selama pengguna (korban) masih menggunakan kartu SIM tersebut. Serangan ini dalam prakteknya jarang terjadi.
6. Mengambil Kunci dari SIM dari AUC
Penyerangan yang dilakukan guna mengambil kunci Ki dari kartu SIM dapat juga dilakukan untuk mengambil Ki dari AuC. AuC menjawab permintaan dari jaringan GSM dan memberi nilai triplet yang valid yang digunakan untuk proses autentifikasi di MS. Prosedurnya sama dengan prosedur yang digunakan MS untuk mengakses kartu SIM. Perbedaannya adalah AuC lebih cepat dalam memproses pemintaan daripada kartu SIM, hal itu dikarenakan AuC butuh untuk memproses yang lebih banyak permintaan dibanding kartu SIM. Keamanan AuC memegang peranan besar dalam menentukan apakah serangan akan berhasil atau tidak.

7. Memecahkan Algoritma A8
Kemungkinan lain untuk memecahkan sistem keamanan pada GSM yaitu dengan memecahkan algoritma A8. Dengan memecah algoritma A8, kita dapat mengambil kunci Ki, berdasarkan pada random challenge, RAND, kunci sesi, Kc, dan SRES response dengan usaha yang minimal. Sebagai contoh, penyerang dapat mencari RAND yang dapat menhasilkan nilai Ki sebagai hasil akhir. Prosesnya yaitu, RAND dan SRES ditransmisikan di udara dalam bentuk plainteks dan kunci sesi Kc dapat diperoleh dengan mudah dari frame terenkripsi dan know plainteks yang cukup. Kemungkinan seperti ini yaitu tentang algoritma pembangkitan kunci harus menjadi bahan pemikiran GSM consortium untuk mendesain algoritma keamanan generasi selanjutnya.


Jaringan CDMA
A. Pengertian CDMA
CDMA (Code Division Multiple Acces) merupakan suatu menggunakan teknologi spread-spectrum untuk mengedarkan sinyal informasi yang melalui bandwith yang lebar (1,25 MHz). Teknologi ini asalnya dibuat untuk kepentingan militer, menggunakan kode digital yang unik, lebih baik daripada channel atau frekuensi RF.
Jaringan CDMA menawarkan aspek keamanan jaringan dengan mengembangkan algoritma enkripsi. Untuk teknik enkripsi digunakan algoritma Rijndael yang aman dan sangat cepat, pada autentifikasi menggunakan prosedur Unique Challenge Procedure dimana basestation membangkitkan nilai 24-bit value dan mentransmisikannya ke mobile station di Authentication Challenge Message. Teknologi CDMA membuat kesulitan terhadap kegiatan penyadapan, baik yang bersifat terus menerus maupun sesaat karena mengimplementasikan 42-bit PN (Pseudo-Random Noise) sekuens yang disebut dengan “Long Code”
B. Aspek Keamanan yang disediakan CDMA
CDMA menawarkan 3 aspek keamanan yaitu :
1. Autentifikasi
2. Proteksi
3. Anonimity
1. Autentifikasi
Autentifikasi merupakan proses dimana informasi dipertukarkan antara mobile station dan base station untuk mengkonfirmasikan identitas mobile station. Prosedur autentifikasidibawa dari CDMA 2000. Base station memiliki Secret Shared Data (SSD) yang mana unik untuk setiap mobile station. Jika kedua-duanya yakni base station dan mobile station memiliki set SSD yang identik, prosedur autentifikasi diperkirakan dapat sukses. Prosedur autentifikasi signature
(Auth_Signature) digunakan untuk menampilkan autentifikasi untuk mobile station tertentu. Parameter input berikut ini merupakan syarat dalam prosedur ini yakni:
• RAND_CHALLENGE
• ESN
• AUTH_DATA
• SSD_AUTH
• SAVE_REGISTERS
Autentifikasi ditampilkan menggunakan prosedur Unique Challenge Procedure. Dalam prosedur ini, base station membangkitkan nilai 24-bit value dan mentransmisikannya ke mobile station di Authentication Challenge Message.
Tergantung pada catatan pesan, mobile station melaksanakan prosedur Auth_Signature dan field AUTHU dibangkitkan, yang mana telah dikirimke base station melalui Authentication Challenge Response Message. Base station juga melaksanakan prosedur Auth_Signature menggunakan nilai yang disimpan secara internal, dan output dibandingkan dengan nilai AUTHU pada PDU yang diterima. Jika autentifikasi gagal, maka akses selanjutnya melalui mobile station ditolak dan prosedur updating SSD dapat dilakukan.
Desain teknologi CDMA membuat kesulitan terhadap kegiatan penyadapan, baik yang bersifat terus menerus maupun sesaat. Hal yang unik dari sistim CDMA adalah 42-bit PN (Pseudo-Random Noise) sekuens yang disebut dengan “Long Code” ke perebutan suara dan data. Pada forward link (jaringan ke mobile), data
diperebutkan pada rate 19.2 Kilo simbol per detik (Ksps) dan pada reverse link , data diperebutkan pada rate 1.2288 Mega chips per detik (Mcps).
Protokol jaringan keamanan CDMA berada pada 64-bit authentication key (A-Key) dan Electronic Serial Number (ESN) dari mobile. Angka acak yang disebut RANDSSD yang dibangkitkan pada HLR/AC, juga menjalankan peran dalam prosedur authentication. A-Key diprogram dalam mobile dan disimpan dalam Authentication Center (AC) jaringan. Sebagai tambahan pada authentication, yakni bahwa A-Key digunakan untuk membangkitkan sub-key untuk privacy suara dan message encryption. CDMA menggunakan standarisasi algoritma CAVE (Cellular Authentication dan Voice Encryption ) untuk membangkitkan 128-bit subkey yang disebut “Shared Secret Data” (SSD).
AKey,ESN dan jaringan-supplied RANDSSD merupakan input ke CAVE yang membangkitkan SSD. SSD memiliki dua bagian: SSD_A (64 bit), untuk membuat authentication signatures danSSD_B (64 bit), untuk membangkitkan kunci untuk encrypt pesan suara dan signal. SSD dapat di share dengan memberikan layanan untuk memungkinkan local authentication. SSD yang baru dapat digenerate ketika mobile kembali ke jaringan home atau roam ke sistem yang berbeda. Jaringan CDMA, mobile menggunakan SSD_A dan broadcast RAND* sebagai input terhadap algoritma CAVE untuk membangkitkan 18-bit authentication signature (AUTH_SIGNATURE), dan mengirimkan ke base station. Signature ini juga kemudian digunakan oleh base station untuk memverifikasi legitimasi subscriber. Baik prosedur Global Challenge (dimana semua mobile merupakan challenged dengan jumlah random yang sama) dan Unique Challenge
(dimana spesifik RAND digunakan untuk setiap permintaan mobile) dapat diperoleh operator untuk autentifikasi. Metode Global Challenge memungkinkan terjadi autentication dengan sangat cepat. Juga, baik mobile dan track jaringan Call History Count (6-bit counter). Hal ini memberikan jalan untuk mendeteksi terjadinya pengkloningan, sebagaimana operator mendapat sinyal jika ada gangguan.
A-Key dapat diprogram ulang, tapi mobile dan jaringan Authentication Centerharus diupdate. AKey kemungkinan dapat diprogram oleh salah satu dari vendor berikut:
a) Pabrik
b) Dealer pada point penjualan
c) Subscriber via telepon
d)OTASP (over the air service provisioning).
Transaksi OTASP memanfaatkan 512-bit perjanjian algirtma Diffie -Hellman key,
membuat aman secara fungsi. A-Key pada mobile dapat diubah melalui OTASP,
memberikan cara yang mudah agar cepat memotong layanan (cut off service) untuk di kloning secara mobile atau membuat layanan baru untuk melegitimasi subscriber. Keamanan A-Key merupakan komponen terpenting dalam sistim CDMA.
2. Proteksi ( Voice, Signal, Data Privacy)
Mobile menggunakan SSD_B dan algoritma CAVE untuk membangkitkan Private Long Code Mask (diturunkan dari nilai intermediate yang disebut Voice Privacy Mask , yang mana menggunakan sistim legacy TDMA), Cellular Message Encryption Algorithm (CMEA) key (64 bits), dan Data Key (32 bits). Private Long Code Mask memanfaatkan mobile dan jaringan untuk mengubah karakteristik Long code. Modifikasi Long code ini digunakan untuk penyadapan,yang mana menambahkan extra level privacy melalui CDMA interface udara. Private Long
Code Mask tidak mengenkripsi informasi, hal inimudah memindahkan nilai yang telah dikenal dengan baik dalam mengencode sinyal CDMA dengan nilai private yang telah dikenal baik untuk mobile maupun jaringan.
Hal ini sangat ekstrim sulit untuk menyadap percakapan tanpa tahu Private Long Code Mask. Sebagai tambahan, mobile dan jaringan menggunakan key CMEA dengan algoritma Enhanced CMEA (ECMEA) untuk mengenkripsi pesan sinyal dikirim melalui udara dan di dekripsi informasi yang diterima. Kunci data terpisah, dan algoritma enkripsi disebut ORYX, digunakan oleh mobile dan jaringan untuk mengenkripsi dan mendekripsi lalu lintas data pada saluran CDMA.



mekanisme enksripsi pada CDMA

Desain semua telepon CDMA menggunakan kode PN (Pseudo-random Noise) yang unik untuk memperluas sinyal, yang mana hal ini membuat sinyal menjadi sulit untuk disadap.
3. Anonimity
Sistem CDMA mendukung penempatan Temporary Mobile Station Identifier (TMSI) ke dalam telepon, yang berguna untuk mewakili komunikasi ke dan dari suatu telepon selama transmisi udara. Fitur ini membuat kesulitan tambahan untuk menghubungkan antara transmisi telepon pengguna dengan telepon pengguna.
Enkripsi pada CDMA
Teknik enkripsi yang digunakan dalam sistem 1xEV-DV sama dengan yang digunakan pada CDMA2000. Mobile station mengindikasikan ke base station, beberapa variasi algoritma enkripsi yang mendukungnya. Base station mempunyai
keleluasaan untuk memutar on/off enkripsi sinyal data atau informasi data pengguna. Mobile station juga dapat mengusulkan untuk memutar enkripsi menjadi on/off. Pesan-pesan tidak dienkripsi jika autentifikasi tidak ditampilkan
untuk pesan khusus. Selain itu juga, pesan-pesan yang pendek dikirimkan tanpa dienkripsi.
Pesan-pesan yang membawa kapasitas field enkripsi cukup bervariasi berdasarkan nilai P_REV dari mobile station. Algoritma enkripsi yang digunakan 1xEV-DV adalah Rijndael Encryption Algorithm. Algoritma enkripsi Rijndael merupakan algoritma yang aman dan sangat cepat. Algoritma enkripsi Rijndael memungkinkan hanya ukuran kunci 128, 192 dan 256-bit. Kunci yang digunakan sudah dikembangkan untuk pengaturan n round keys. Oleh sebab itu, input data berjalan dengan operasi rounds. Algorithm yang digunakan untuk enkripsi dispesifikasikan melalui field SDU_ENCRYPT_MODE variasi pesan layer 3. Jika enkripsi ditampilkan dalam yang ditransmisikan pada layer 3, maka menggunakan SDU, sebagaimana panjangnya menjadi terintegral multiple 8. 8-bit CRC dihitung pada data dan bit-bit CRC dilampirkan pada data. Kombinasi data ini kemudian
dienkripsi menggunakan algoritma yang dijelaskan diatas.





Field Penjelasan
EXT_SSEQ 32 bit urutan jumlah enkripsi keamanan untuk enkripsi/dekripsi Sr_id Identifier Layanan Referensi untuk pilihan layanan cepat yang terkait Arah Arah data yang dienkripsi/dekripsi. Hal itu di set dengan “0” jika data diterima/dikirim pada kanal pengiriman, selain itu di set “1” Kunci Enkripsi Kunci sesion untuk enkripsi. Hal ini merupakan hasil sukse perjanjian kunci Sesion antara mobile station dan base station Ack_mode Mode pengiriman pesan. Hal ini diatur dengan set “0” jika pesan terkirim menggunakan mo de un-assured, dan yang lainnya di set “1”.

C. Keunggulan Teknologi CDMA
Teknologi CDMA memiliki keunggulan dalam beberapa hal, yaitu :
1. Teknologi CDMA didesain tidak peka terhadap interferensi. Di samping itu,
sejumlah pelanggan dalam satu sel dapat mengakses pita spektrum frekuensi secara bersamaan karena mempergunakan teknik pengkodean yang tidak bisa dilakukan pada teknologi GSM. Kapasitas yang lebih tinggi untuk mengatasi lebih banyak panggilan yang simultan per channel dibanding sistem yang ada. Sistem CDMA menawarkan peningkatan kapasitas melebihi sistem AMPS analog sebaik teknologi selular digital lainnya. CDMA menghasilkansebuah skema spreadspectrum yang secara acak menyediakan bandwith 1.250 KHz yang tersedia untuk masingmasing pemanggil 9600 bps bit rate.
2. Dari segi keamanan panggilan, keamanan menjadi sifat dari pendekatan spread
spectrum CDMA, dan kenyataannya teknologi ini pertama dibangun untuk menyediakan komunikasi yang aman bagi militer.
3. Mereduksi derau dan interferensi lainnya.
4. CDMA menaikkan rasio signal-to-noise, karena lebarnya bandwith yang tersedia untuk pesan. Efisinsi daya dengan cara memperpanjang daya hidup baterai telepon
5. Salah satu karakteristik CDMA adalah kontrol power sebuah usaha untuk memperbesar kapasitas panggilan dengan mempertahankan kekonstanan level daya yang diterima dari pemanggil bergerak pada base station. Fasilitas kordinasi seluruh frekuensi melalui base-station base station.
6. Sistem CDMA menyediakan soft hand-off dari satu base-station ke lainnya sebagai sebuah roaming telepon bergerak dari sel ke sel,melakukan soft handoff mengingat semua sistem menggunakan frekuensi yang sama.
7. Fungsi spread-spectrum dan power-control yang memperbesar kapasitas panggil CDMA mengakibatkan bandwith yang cukup untuk bermacam-macam layanan data multimedia, dan skema soft hand-off menjamin :
a. Tidak hilangnya data.
b. Meningkatkan kualitas suara
c. Memperbaiki karakteristik cakupan yang dapat menurunkan jumlah sel.
d. Meningkatkan privacy dan security.
e. Menyederhanakan perencanaan sistim
f. Memerlukan daya pancar yang lebih rendah, sehingga waktu bicara ponsel dapat lebih lama.
g. Mengurangi interferensi pada sistim lain
h. Lebih tahan terhadap multipath.
i. Dapat dioperasikan bersamaan dengan teknologi lain (misal AMPS).

Clonning SIM Card

Cara Menduplikasi/Kloning Sim Card
1. Kloning Sim card pada dasarnya menduplikasi satu buah sim card atau lebih dengan karakter dan isi yang sama dengan sim card aslinya. Persis sama dengan menduplikasi sebuah kunci pintu rumah menjadi bberepa buah. Sim Card yang asli dan simcard hasil kloningan bisa digunakan secara bergantian, bahkan gw sdh mencoba dua-duanya digunakan dengan 2 hp yang berbeda. Pas ada panggilang masuk, kadang yang bunyi Hp dg sim card asli kadang juga hp dengan simcard hasil kloningan. Tergantung sinyal dan jarak dengan BTS. Pernah suatu kali temenku di medan pake simcard asli gw di jakarta pake yang hasil kloningan dan dua-duanya nyala tuh... N tidak dihack sama operator....
2. caranya adalah :
a. Instal sofware mesin kloning, contoh Sim Max 4 ke dalam komputer. (software .
satu paker dg pembelian
b. masukan simcard reader ke port USB.
c. masukan Sim Card asli yang mau dikloning.
d. Masuk program aplikasi GSM Utility , lalu klik SCAN... tunggu beberapa jam (
bisa 8 jam, 9 jam, 3, atau 4 jam tergantung jenis kartu).
e. Jika proses scan sdh selesai masukan kode enskripsi.
Masukan nama file-nya misalnya 08181234567.dat (nama sebaiknya
menggunakan nomor kartu anda).
f. ganti kartu SIM asli dengan kartu asli yang lain (bisa sesama operator, bisa lain
operator terserah Anda... jumlahnya mau 12, 14 20 terserah. kartu-kartu ini
dikloning secara bergantian).
g. Taruhlah Anda sudah berhasil mengkloning 12 nomor, maka langkah berikutnya
adalah memasukan (write) nomor-nomor tersebut ke dalam satu buah kartu
h. Selanjutnya Anda bisa menuliskan dan menghapus nomor-nomor yang anda
punya ke dalam master sim card. Kala anda berhasil mengkloning 20 nomor,
maka mengingat kapasitas kartu master yang ada baru 12 nomor maka tinggal
anda sortir mana nomor2 yang akan dimasukan. Bisa juga secara bergantian...
atau bisa juga beli Sim Master lagi kalo gak salah seharga rp 125 ribu sebuah...
jadi 20 nomor kartu anda bisa dimasukan dalam 2 buah kartu sim master.
3. Sim card lama masih bisa dipake, persis kayak menduplikasi kunci rumah. Kunci hasil duplikasi dengan kunci asli masing-masing bisa digunakan untuk membuka pintu. jadi ANda punya nomor yang sama dengan banyak kartu... tergantung nomor anda ini mau dimasukan ke berapa sim master. Kalo anda punya 5 sim master maka nomor anda bisa dimasukan dalam 5 kartu dengan nomor yang sama. Ini bagus kalo ayah ingin memantau/ mengawasi anaknya... atau cowok pengin ngawasi ceweknya selingkuh apa kagak he..he...
Sebaiknya sim card asli Anda disimpan di rumah saja... jadi kalo sewaktu-waktu HP ilang dicopet, tinggal beli sim master baru di roksi dan diisi lagi dengan nomor yang sama, jadi tdk repot-repot ke operator minta ganti kartu.

Iya Sim card punya orang bisa saja dikloning lalu kita bisa menggunakannya persis sama dengan orang tsb menggunakannya... kita bisa nelpon kemana saja dengan pulsa milik orang tersebut. Tapi ini khan tindakan tidak terpuji.
Biasanya modus yang dipakai HP milik orang tersebut dipinjam katakanlah se=hari, lalu dalam waktu sehari itu sim card milik dia bisa dikloning/diduplikasi.... persis kayak kita meminjamkan kunci, lalu sama yang pinjam diduplikasi sehingga dia bisa masuk ke rumah dan menghabiskan "pulsa" isi rumah kita.

Makanya jangan lupa, Kartu Sim kita jangan lupa dikasih password... biar aman dari upaya kloning! kartu yang dikasih password tidak bisa dikloning karena proses scan meminta pengisian passwaord.

Situs yang berhubungan

  1. http://www.netsecurity.sk/telekom/phreak/radiophone/gsm/gsm-secur/gsm-security- and-encryption.html, tanggal akses 17 April 2010
  2. http://jya.com/a5-hack.htm,tanggal akses 17 April 2010
  3. http://www.netsecurity.sk/telekom/phreak/radiophone/gsm/gsm-secur/netsec .htm, tanggal akses 17 April 2010
  4. http://jya.com/gsm-clones.htm, tanggal akses 18 April 2010
  5. http://www.isaac.cs.berkeley.edu/isaac/gsm-faq-html, tanggal akses 18 April 2010
  6. http://www.ristishop.com/artikel/portal_article_detail.php.htm, tanggal akses 18 April 2010
  7. http://3gpp.org, tanggal akses 19 April 2010
  8. http://www.informatika.org/rinaldi/Kriptografi/2006./Makalah-015.pdf, Diakses tanggal 19 April 2010
  9. http://www.informatika.org/../Kriptografi/, Diakses tanggal 19 April 2010.
  10. http://calliope.uweterloo.ca, Diakses tanggal 20 April 2010
  11. http://www.crypto.rub.de, Diakses tanggal 20 April 2010

Hack Wifi

Wireless Security (Hacking Wifi)

Wi-Fi (Wireless Fidelity)
Wi-Fi (Wireless Fidelity) adalah koneksi tanpa kabel seperti handphone dengan mempergunakan teknologi radio sehingga pemakainya dapat mentransfer data dengan cepat. Wi-Fi tidak hanya dapat digunakan untuk mengakses internet, Wi-Fi juga dapat digunakan untuk membuat jaringan tanpa kabel di perusahaan. Karena itu banyak orang mengasosiasikan Wi-Fi dengan “Kebebasan” karena teknologi Wi-Fi memberikan kebebasan kepada pemakainya untuk mengakses internet atau mentransfer data dari ruang meeting, kamar hotel, kampus, dan café-café yang bertanda “Wi-Fi Hot Spot”.
Awalnya Wi-Fi ditujukan untuk pengunaan perangkat nirkabel dan Jaringan Area Lokal (LAN), namun saat ini lebih banyak digunakan untuk mengakses internet. Hal ini memungkinan seseorang dengan komputer dengan kartu nirkabel (wireless card) atau personal digital assistant (PDA) untuk terhubung dengan internet dengan menggunakan titik akses (atau dikenal dengan hotspot) terdekat.
spesifikasi
Wi-Fi dirancang berdasarkan spesifikasi IEEE 802.11. Sekarang ini ada empat variasi dari 802.11, yaitu: 802.11a, 802.11b, 802.11g, and 802.11n. Spesifikasi b merupakan produk pertama Wi-Fi. Variasi g dan n merupakan salah satu produk yang memiliki penjualan terbanyak pada 2005.
Spesifikasi Wi-Fi
Spesifikasi Kecepatan Frekuensi
Band Cocok
dengan
802.11b
11 Mb/s
2.4 GHz
B
802.11a
54 Mb/s 5 GHz A
802.11g
54 Mb/s 2.4 GHz b, g
802.11n
100 Mb/s 2.4 GHz b, g, n

Secara teknis operasional, Wi-Fi merupakan salah satu varian teknologi komunikasi dan informasi yang bekerja pada jaringan dan perangkat WLAN (wireless local area network). Dengan kata lain, Wi-Fi adalah sertifikasi merek dagang yang diberikan pabrikan kepada perangkat telekomunikasi (internet) yang bekerja di jaringan WLAN dan sudah memenuhi kualitas kapasitas interoperasi yang dipersyaratkan.
Teknologi internet berbasis Wi-Fi dibuat dan dikembangkan sekelompok insinyur Amerika Serikat yang bekerja pada Institute of Electrical and Electronis Engineers (IEEE) berdasarkan standar teknis perangkat bernomor 802.11b, 802.11a dan 802.16. Perangkat Wi-Fi sebenarnya tidak hanya mampu bekerja di jaringan WLAN, tetapi juga di jaringan Wireless Metropolitan Area Network (WMAN).
Karena perangkat dengan standar teknis 802.11b diperuntukkan bagi perangkat WLAN yang digunakan di frekuensi 2,4 GHz atau yang lazim disebut frekuensi ISM (Industrial, Scientific dan edical). Sedang untuk perangkat yang berstandar teknis 802.11a dan 802.16 diperuntukkan bagi perangkat WMAN atau juga disebut Wi-Max, yang bekerja di sekitar pita frekuensi 5 GHz.
Jaringan Wifi memiliki lebih banyak kelemahan dibanding dengan jaringan kabel. Saat ini perkembangan teknologi wifi sangat signifikan sejalan dengan kebutuhan sistem informasi yang mobile. Banyak penyedia jasa wireless seperti hotspot komersil, ISP, Warnet, kampus-kampus maupun perkantoran sudah mulai memanfaatkan wifi pada jaringan masing masing, tetapi sangat sedikit yang memperhatikan keamanan komunikasi data pada jaringan wireless tersebut. Hal ini membuat para hacker menjadi tertarik untuk mengexplore keamampuannya untuk melakukan
berbagai aktifitas yang biasanya ilegal menggunakan wifi.
Pada artikel ini akan dibahas berbagai jenis aktivitas dan metode yang dilakukan para hacker wireless ataupun para pemula dalam melakukan wardriving. Wardriving adalah kegiatan atau aktivitas untuk mendapatkan informasi tentang suatu jaringan wifi dan mendapatkan akses terhadap jaringan wireless tersebut. Umumnya bertujuan untuk mendapatkan koneksi internet, tetapi banyak juga yang melakukan untuk maksud-maksud tertentu mulai dari rasa keingintahuan, coba coba, research, tugas praktikum, kejahatan dan lain lain.

Kelemahan Wireless
Kelemahan jaringan wireless secara umum dapat dibagi menjadi 2 jenis, yakni kelemahan pada konfigurasi dan kelemahan pada jenis enkripsi yang digunakan. Salah satu contoh penyebab kelemahan pada konfigurasi karena saat ini untuk membangun sebuah jaringan wireless cukup mudah. Banyak vendor yang menyediakan fasilitas yang memudahkan pengguna atau admin jaringan sehingga sering ditemukan wireless yang masih menggunakan konfigurasi wireless default bawaan vendor. Penulis sering menemukan wireless yang dipasang pada jaringan masih menggunakan setting default bawaan vendor seperti SSID, IP Address , remote manajemen, DHCP enable, kanal frekuensi, tanpa enkripsi bahkan user/password untuk administrasi wireless tersebut.
WEP (Wired Equivalent Privacy) yang menjadi standart keamanan wireless sebelumnya, saat ini dapat dengan mudah dipecahkan dengan berbagai tools yang tersedia gratis di internet. WPA-PSK dan LEAP yang dianggap menjadi solusi menggantikan WEP, saat ini juga sudah dapat dipecahkan dengan metode dictionary attack secara offline.
Beberapa kegiatan dan aktifitas yang dilakukan untuk mengamanan jaringan wireless antara lain:
1. Menyembunyikan SSID
Banyak administrator menyembunyikan Services Set Id (SSID) jaringan wireless mereka dengan maksud agar hanya yang mengetahui SSID yang dapat terhubung ke jaringan mereka. Hal ini tidaklah benar, karena SSID sebenarnya tidak dapat disembuyikan secara sempurna. Pada saat saat tertentu atau khususnya saat client akan terhubung (assosiate) atau ketika akan memutuskan diri (deauthentication) dari sebuah jaringan wireless, maka client akan tetap mengirimkan SSID dalam bentuk plain text (meskipun menggunakan enkripsi), sehingga jika kita bermaksud menyadapnya, dapat dengan mudah menemukan informasi tersebut. Beberapa tools yang dapat digunakan untuk mendapatkan ssid yang dihidden antara lain, kismet (kisMAC), ssid_jack (airjack), aircrack , void11 dan masih banyak lagi.
2. Keamanan wireless hanya dengan kunci WEP
WEP merupakan standart keamanan & enkripsi pertama yang digunakan pada wireless, WEP
memiliki berbagai kelemahan antara lain :
a. Masalah kunci yang lemah, algoritma RC4 yang digunakan dapat dipecahkan.
b. WEP menggunakan kunci yang bersifat statis
c. Masalah initialization vector (IV) WEP
d. Masalah integritas pesan Cyclic Redundancy Check (CRC-32)
WEP terdiri dari dua tingkatan, yakni kunci 64 bit, dan 128 bit. Sebenarnya kunci rahasia pada kunci WEP 64 bit hanya 40 bit, sedang 24bit merupakan Inisialisasi Vektor (IV). Demikian juga pada kunci WEP 128 bit, kunci rahasia terdiri dari 104bit.
Serangan-serangan pada kelemahan WEP antara lain :
1. Serangan terhadap kelemahan inisialisasi vektor (IV), sering disebut FMS attack. FMS singkatan dari nama ketiga penemu kelemahan IV yakni Fluhrer, Mantin, dan Shamir. Serangan ini dilakukan dengan cara mengumpulkan IV yang lemah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak IV lemah yang diperoleh, semakin cepat ditemukan kunci yang digunakan
( www.drizzle.com/~aboba/IEEE/rc4_ksaproc.pdf )
2. Mendapatkan IV yang unik melalui packet data yang diperoleh untuk diolah untuk proses cracking kunci WEP dengan lebih cepat. Cara ini disebut chopping attack, pertama kali ditemukan oleh h1kari. Teknik ini hanya membutuhkan IV yang unik sehingga mengurangi kebutuhan IV yang lemah dalam melakukan cracking WEP.
3. Kedua serangan diatas membutuhkan waktu dan packet yang cukup, untuk mempersingkat waktu, para hacker biasanya melakukan traffic injection. Traffic Injection yang sering dilakukan adalah dengan cara mengumpulkan packet ARP kemudian mengirimkan kembali ke access point. Hal ini mengakibatkan pengumpulan initial vektor lebih mudah dan cepat.
Berbeda dengan serangan pertama dan kedua, untuk serangan traffic injection,diperlukan spesifikasi alat dan aplikasi tertentu yang mulai jarang ditemui di toko-toko, mulai dari chipset, versi firmware, dan versi driver serta tidak jarang harus melakukan patching terhadap driver dan aplikasinya.
3. Keamanan wireless hanya dengan kunci WPA-PSK atau WPA2-PSK
WPA merupakan teknologi keamanan sementara yang diciptakan untuk menggantikan kunci WEP. Ada dua jenis yakni WPA personal (WPA-PSK), dan WPA-RADIUS. Saat ini yang sudah dapat di crack adalah WPA-PSK, yakni dengan metode brute force attack secara offline. Brute force dengan menggunakan mencoba-coba banyak kata dari suatu kamus. Serangan ini akan berhasil jika passphrase yang yang digunakan wireless tersebut memang terapat pada kamus kata yang digunakan si hacker. Untuk mencegah adanya serangan terhadap keamanan wireless menggunakan WPA-PSK, gunakanlah passphrase yang cukup panjang (satu kalimat).
Tools yang sangat terkenal digunakan melakukan serangan ini adalah CoWPAtty ( http://www.churchofwifi.org/ ) dan aircrack ( http://www.aircrack-ng.org ) . Tools ini memerlukan daftar kata atau wordlist, dapat di ambil dari http://wordlist.sourceforge.net/
4. MAC Filtering
Hampir setiap wireless access point maupun router difasilitasi dengan keamanan MAC Filtering. Hal ini sebenarnya tidak banyak membantu dalam mengamankan komunikasi wireless, karena MAC address sangat mudah dispoofing atau bahkan dirubah.
Tools ifconfig pada OS Linux/Unix atau beragam tools spt network utilitis, regedit, smac, machange pada OS windows dengan mudah digunakan untuk spoofing atau mengganti MAC address.
Penulis masih sering menemukan wifi di perkantoran dan bahkan ISP (yang biasanya
digunakan oleh warnet-warnet) yang hanya menggunakan proteksi MAC Filtering. Dengan menggunakan aplikasi wardriving seperti kismet/kisMAC atau aircrack tools, dapat diperoleh informasi MAC address tiap client yang sedang terhubung ke sebuah Access Point.
Setelah mendapatkan informasi tersebut, kita dapat terhubung ke Access point dengan mengubah MAC sesuai dengan client tadi. Pada jaringan wireless, duplikasi MAC address tidak mengakibatkan konflik. Hanya membutuhkan IP yang berbeda dengan client yang tadi.
5. Captive Portal
Infrastruktur Captive Portal awalnya didesign untuk keperluan komunitas yang memungkinkan semua orang dapat terhubung (open network). Captive portal sebenarnya merupakan mesin router atau gateway yang memproteksi atau tidak mengizinkan adanya trafik hingga user melakukan registrasi/otentikasi. Berikut cara kerja captive portal :
a. user dengan wireless client diizinkan untuk terhubung wireless untuk mendapatkan IP address (DHCP)
b. block semua trafik kecuali yang menuju ke captive portal (Registrasi/Otentikasi berbasis web) yang terletak pada jaringan kabel.
c. redirect atau belokkan semua trafik web ke captive portal
d. setelah user melakukan registrasi atau login, izinkan akses ke jaringan (internet)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan, bahwa captive portal hanya melakukan tracking koneksi client berdasarkan IP dan MAC address setelah melakukan otentikasi. Hal ini membuat captive portal masih dimungkinkan digunakan tanpa otentikasi karena IP dan MAC adress dapat dispoofing.
Serangan dengan melakukan spoofing IP dan MAC. Spoofing MAC adress seperti yang sudah dijelaskan pada bagian 4 diatas. Sedang untuk spoofing IP, diperlukan usaha yang lebih yakni dengan memanfaatkan ARP cache poisoning, kita dapat melakukan redirect trafik dari client yang sudah terhubung sebelumnya. Serangan lain yang cukup mudah dilakukan adalah menggunakan Rogue AP, yaitu mensetup Access Point (biasanya menggunakan HostAP) yang menggunakan komponen informasi yang sama seperti AP target seperti SSID, BSSID hingga kanal frekwensi yang digunakan. Sehingga ketika ada client yang akan terhubung ke AP buatan kita, dapat kita membelokkan trafik ke AP sebenarnya.
Tidak jarang captive portal yang dibangun pada suatu hotspot memiliki kelemahan pada konfigurasi atau design jaringannya. Misalnya, otentikasi masih menggunakan plain text (http), managemen jaringan dapat diakses melalui wireless (berada pada satu network), dan masih banyak lagi.
Kelemahan lain dari captive portal adalah bahwa komunikasi data atau trafik ketika sudah melakukan otentikasi (terhubung jaringan) akan dikirimkan masih belum terenkripsi, sehingga dengan mudah dapat disadap oleh para hacker. Untuk itu perlu berhati-hati melakukan koneksi pada jaringan hotspot, agar mengusahakan menggunakan komunikasi protokol yang aman seperti https,pop3s, ssh, imaps dst.

wardriving





Sebuah masyarakat bebas Wi-Fi jalur akses
Wardriving adalah tindakan mencari Wi-Fi jaringan nirkabel oleh orang dalam kendaraan yang bergerak, menggunakan komputer portabel atau PDA .
Software untuk wardriving tersedia secara bebas di internet ,
terutama Netstumbler untuk Windows , Kismet atau SWScanner untuk Linux , FreeBSD , NetBSD , OpenBSD , Dragonfly BSD , dan Solaris , dan KisMac untuk Macintosh . Ada juga aplikasi untuk wardriving homebrew game konsol genggam bahwa dukungan Wi-fi , seperti sniff_jazzbox / wardive untuk Nintendo DS, Road Dog untuk Sony PSP , WiFi-mana untuk iPhone , dan G-MON untuk sistem operasi Android dan WlanPollution untuk Symbian perangkat NokiaS60.Terdapat pula mode dalam Metal Gear Solid: Portable Ops untuk Sony PSP (dimana pemain dapat menemukan kawan baru dengan mencari titik akses nirkabel) yang dapat digunakan untuk wardrive. Treasure Dunia untuk DS adalah permainan komersial yang seluruhnya berkisar gameplay wardriving.
Wardriving
Wardriving berasal dari wardialing , teknik yang dipopulerkan oleh karakter yang dimainkan oleh Matthew Broderick dalam film WarGames , dan dinamai film bahwa. Wardialing dalam konteks ini mengacu pada praktek menggunakan komputer untuk menghubungi banyak telepon nomor dengan harapan menemukan yang aktif modem .
Warbiking pada dasarnya adalah sama dengan wardriving, tetapi melibatkan pencarian untuk jaringan nirkabel bergerak sementara pada sepeda atau sepeda motor. Kegiatan ini kadang-kadang difasilitasi oleh pemasangan perangkat wifi berkemampuan pada kendaraan sendiri.
Warwalking (kadang-kadang warjogging) mirip di alam untuk wardriving, kecuali bahwa hal itu dilakukan dengan berjalan kaki daripada dilakukan dari kendaraan yang bergerak. Kelemahan dari pendekatan ini terdiri dalam kecepatan lebih lambat dari perjalanan (yang mengakibatkan jaringan lebih sedikit dan lebih jarang ditemukan) dan tidak adanya lingkungan komputasi yang nyaman. Akibatnya, perangkat genggam seperti Pocket PC , yang dapat melakukan tugas-tugas seperti ketika seseorang berjalan atau berdiri, telah mendominasi area ini. Dimasukkannya terintegrasi dengan Wi-Fi (bukan CF atau PCMCIA kartu add-in) di Dell Axim , Compaq iPAQ dan Toshiba Pocket PC awal tahun 2002 - dan, baru-baru ini, yang aktif Nintendo DS dan Sony PSP antusias masyarakat memiliki Wi- kemampuan Fi pada perangkat tersebut - telah diperluas sejauh mana praktik ini, karena memiliki lebih baru smartphone yang juga mengintegrasikan GPS .
Warkitting [1] adalah kombinasi dari wardriving dan rootkitting. Dalam serangan warkitting, hacker menggantikan firmware dari sebuah router diserang. Hal ini memungkinkan mereka untuk mengendalikan semua lalu lintas bagi korban, dan bahkan bisa membiarkan mereka untuk SSL menonaktifkan dengan mengganti konten HTML karena sedang didownload [2] . Warkitting was identified by Tsow, Jakobsson, Yang, and Wetzel in 2006. Warkitting diidentifikasi dengan Tsow, Jakobsson, Yang, dan Wetzel pada tahun 2006. Penemuan mereka menunjukkan bahwa 10% dari router nirkabel rentan terhadap WAPjacking (berbahaya mengkonfigurasi seting firmware, namun tidak membuat modifikasi pada firmware itu sendiri) dan 4,4% dari router nirkabel rentan terhadap WAPkitting (merongrong firmware router). Analisis mereka menunjukkan bahwa volume pencurian credential mungkin melalui Warkitting melebihi perkiraan dari pencurian credential karena phishing.
Pemetaan








Sebuah peta node Seattle Wi-Fi, yang dihasilkan dari informasi login oleh wardriving siswa pada tahun 2004.





Sebuah peta node Wi-Fi di Amerika Serikat dan Kanada dilacak oleh proyek WiGLE
Peta di Google Earth menampilkan node Wi-Fi di Tønsberg . Indikator tersebut menunjukkan jaringan terbuka hijau, sedangkan spidol merah menunjukkan dienkripsi jaringan yang membutuhkan password untuk accsess
wardrivers menggunakan GPS perangkat untuk mengukur lokasi jaringan dan log pada sebuah situs web untuk membentuk peta lingkungan jaringan. Sebuah tool berbasis web populer saat ini adalah WiGLE [ rujukan? ], sedangkan salah satu aplikasi pemetaan perintis adalah StumbVerter , yang digunakan Microsoft MapPoint otomatisasi untuk menarik jaringan yang ditemukan. Untuk rentang yang lebih baik, antena yang dibangun atau dibeli, dan bervariasi dari omnidirectional untuk sangat terarah.
Peta dari ID jaringan yang dikenal kemudian dapat digunakan sebagai Geolocation sistem - alternatif untuk GPS - oleh triangulating posisi saat ini dari kekuatan sinyal ID jaringan dikenal. Contohnya termasuk Tempat Lab oleh Intel , Skyhook , dan Navizon oleh Cyril bidadari . Navizon menggabungkan informasi dari Wi-Fi dan menara telepon seluler peta kontribusi oleh pengguna dari Wi-Fi-dilengkapi ponsel . [3] [4] Selain untuk menemukan lokasi, ini menyediakan informasi navigasi, dan memungkinkan untuk tracking posisi teman, dan geotagging .
Pada bulan Desember 2004, kelas 100 sarjana bekerja untuk peta kota Seattle, Washington selama beberapa minggu. Mereka menemukan 5.225 titik akses; 44% dijamin dengan WEP enkripsi, 52% terbuka, dan 3% yang membayar-untuk-akses. Mereka melihat tren di frekuensi dan keamanan jaringan, tergantung pada lokasi. Banyak jaringan terbuka adalah jelas dimaksudkan untuk digunakan oleh masyarakat umum, dengan nama jaringan seperti "Buka untuk berbagi, tidak porno silakan" atau "akses gratis, menyenangkan. informasi yang dikumpulkan ke peta resolusi tinggi, yang dipublikasikan secara online.
Antenna (radio)
• Cantenna
• WokFi
penerima jalur akses Wireless dapat dimodifikasi untuk memperluas kemampuan mereka untuk mengambil dan menghubungkan ke titik akses nirkabel.. Hal ini dapat dilakukan dengan sebuah kabel logam biasa, dan sebuah piring logam yang digunakan untuk membentuk antena directional. perangkat sejenis lainnya dapat diubah dengan cara ini juga, juga, tidak hanya antena terarah dapat dibuat, tapi USB-WiFi-stick antena dapat digunakan juga. Alat seperti Grapher Widget Wireless dapat digunakan untuk mengukur antena.
Confusion with piggybacking
Wardrivers hanya keluar log dan mengumpulkan informasi tentang jalur akses nirkabel (WAP) mereka menemukan saat mengemudi, tanpa menggunakan jaringan 'layanan tersebut.
Menghubungkan ke jaringan dan menggunakan layanan tanpa otorisasi eksplisit disebut sebagai membonceng .
Istilah telah dipertukarkan dalam pers, namun. Sebagai contoh, sebuah EETimes artikel dengan judul "WiFi pengguna tidak dikenakan biaya untuk membeli kopi" [7] mengacu pada pengguna yang "piggybacked off layanan internet nirkabel dan toko selama lebih dari tiga bulan". Saat diumumkan oleh Engadget , istilah "wardriving" digantikan, dan judul diubah menjadi "Wardriver ditangkap karena sinyal kopi snagging toko". [8]
perangkat lunak sebenarnya wardriving Khas mengambil alih radio nirkabel, sehingga tidak praktis, kalau bukan mustahil, untuk wardrive dan dukung-dukungan secara bersamaan.
Hukum dan pertimbangan etis

Beberapa menggambarkan wardriving sebagai aktivitas dipertanyakan (biasanya dari kerjasama dengan membonceng ), meskipun, dari sudut pandang teknis, semuanya dirancang bekerja sebagai: jalur akses harus ada (atau lebih tepatnya, titik akses kebanyakan tetapi hal ini sering bisa dinonaktifkan dengan konfigurasi) siaran mengidentifikasi data yang diakses oleh siapapun dengan penerima sesuai. Hal ini dapat dibandingkan dengan membuat peta dari sebuah lingkungan yang nomor rumah dan kotak surat label. [9]
Tidak ada hukum yang secara khusus melarang atau mengizinkan wardriving, meskipun banyak daerah memiliki hukum terhadap akses yang tidak sah dari sebuah jaringan komputer. Apakah ini bisa diterapkan untuk wardriving tidak diketahui, meskipun tidak ada yang pernah dihukum untuk itu.
Pasif, hanya mendengarkan wardriving (dengan program seperti Kismet atau KisMAC ) tidak berkomunikasi sama sekali dengan jaringan; hanya penebangan alamat broadcast-nya. Ini dapat disamakan untuk mendengarkan stasiun radio yang kebetulan penyiaran di daerah tersebut.
Dengan jenis lain dari perangkat lunak, seperti Netstumbler , wardriver secara aktif mengirimkan pesan probe, dan titik akses menanggapi per desain. Legalitas dari wardriving aktif kurang tertentu, sejak wardriver untuk sementara waktu menjadi "berhubungan" dengan jaringan, meskipun ada data yang ditransfer. jalur akses Kebanyakan, bila menggunakan pengaturan default, ditujukan untuk menyediakan akses nirkabel untuk semua orang yang memintanya. Kewajiban dapat diminimalkan dengan pengaturan komputer ke sebuah IP statis, daripada menggunakan DHCP . Hal ini akan mencegah jaringan dari pemberian komputer alamat IP atau penebangan koneksi. [10]
Di Amerika Serikat, kasus yang biasanya dirujuk dalam menentukan apakah suatu jaringan telah "diakses" adalah Negara v. Allen. Dalam hal ini, Allen telah wardialing dalam upaya untuk mendapatkan gratis menelepon jarak jauh melalui Southwestern Bell sistem komputer s '. Ketika disajikan dengan layar proteksi password, bagaimanapun, dia tidak mencoba untuk memotong itu. Pengadilan memutuskan bahwa meskipun ia telah "menghubungi" atau "mendekati" sistem komputer, ini tidak merupakan "akses" dari perusahaan jaringan. [11] [12] [13] [14] [15]
Software
• WiFi-mana -dihapus dari Apple App Store [16]
• NetStumbler
• Kismet
• KisMAC
• iStumbler
• Inssider
Konsep
• Honeypot (komputasi)
• Hotspot
• Warchalking
• WarXing
• Warspying
• Jaringan Wi-Fi ( FON )

software yang digunakan untukHacking Wireless

AirMagnet Laptop Analyzer 6
AirMagnet Laptop Analyzer adalah aplikasi yang menawarkan sistem keamanan wireless bagi laptop. Aplikasi ini mampu mendeteksi lebih dari 130 masalah jaringan wireless.

AiroPeekNX 301
AiroPeekNX aplikasi yang berfungsi untuk menganalisa jaringan wireless. Analisa jaringan dapat dilakukan sampai analisa protocol dan juga secara remote. AiroPeekNX medukung hampir semua kebutuhan mengelola jaringan wireless.

Airscanner Mobile AntiVirus Pro
Semakin berkembangnya jaringan wireless pada PDA maupun Smartphones maka peningkatan serangan dari pihak luar dengan memanfaatkan virus akan semakin besar oleh karena itu Mobile AntiVirus Pro menawarkan aplikasi yang membuat anda terhindar dari sebagian besar serangan virus tersebut.

AirscannerMobile Encrypter
Airscanner Mobile Encrypter memberikan kamu kendali terhadap enkripsi/dekripsi pada dokumen-dokumen yang penting yang ada dalam Pocket PC. Tiap file dapat menggunakan password tersendiri dalam enkripsinya.

AirscannerMobile Firewall
Airscanner Movile Firewall menawarkan sistem keamanan buat PocketPC dalam penyaringan paket-paket data yang diterima melalui suatu jaringa. Selain itu juga untuk mencegah akses yang berbahaya. Aplikasi ini memungkinkan Anda menentukan penyaringan terhadap paket-paket data tersebut dengan terlebih dahulu mendefenisikannya.

Asleap [Cygwin]
Tool ini berfungsi untuk recovery password pada sistem pengamanan jaringan LEAP/PPTP.Boingo Wireless 1.4 build 1195.Dengan boingo Anda hanya butuh satu password dan username untuk masuk ke berbagai jaringan wireless yang ada. Boingo mendukung login mencapai 17000 hotspot.

BVRP Connection Manager Pro 1.03
BVRP Connection Manager Pro adalah aplikasi yang akan membantu Anda untuk berpindah dari suatu jaringan ke jaringan lainnya dengan mudah. Selain itu aplikasi ini mampu menampilkan informasi jaringan tersebut.

DMZS Carte 0.9.rc1
DMZS-carte adalah aplikasi yang dikembangkan dengan pemrograman perl, yang membutuhkan input berupa teks dari netstumbler dan menghasilkan gambar peta.

Colligo Workgroup Edition 3.2
Colligo Workgroup Edition adalah aplikasi yang bisa digunakan untuk koneksi terhadap berbagai jaringan yang ada dalam jangkauan.Setelah koneksi pada jaringan tersebut maka Anda akan dengan mudah dapat membagi dokumen-dokumen tertentu dalam jaringan tersebut. Selain itu juga bisa membagi koneksi internet, printer, informasi jadwal di outlook.

CommView for WiFi 5.2 build 480
CommView for WiFi adalah aplikasi yang berfungsi untuk menganalisa dan memantau jaringan wireless. Aplikasi ini mampu menampilkan informasi secara grafis yang akurat, selain itu juga mendukung labih dari 70 protokol yang dapat dianalisa.

Easy WiFi Radar 1
Easy Wi-Fi Radar merupakan tool yang dapat membantu Anda menemukan jaringan wireless yang tersedia disekitar Anda. Lalu Anda bisa dengan mudah terkoneksi kejaringan tersebut, asalkan jaringan tersedia untuk umum.

EggKey Gateway 1.0.66
Eggkey Gateway adalah aplikasi yang dibuat khusus untuk mengendalikan pengguna access point wireless. EggKey Gateway menyediakan autentifikasi berbasis web, sehingga pengguna dapat menggunakan layanan internet yang disediakan.

LinkFerret Network Monitor
LinkFerret adalah aplikasi pemantau jaringan yang lengkap berbasis windows. Sebagai aplikasi pemantau jaringan LinkFerret termasuk aplikasi yang dapat diandalkan dan tersedia dengan harga yang cukup terjangkau.

GoToMyPC 4.1
GoToMyPC dengan aplikasi ini maka kendali jarak jauh terhadap PC Anda yang terkoneksi dengan internet atau jaringan wireless dapat dilakukan dimana saja. Berbagai kegiatan tersebut seperti mengakses file, menggunakan program, periksa email dan masih banyak lagi. Anda akan serasa duduk didepan PC tersebut.

Highwall Personal Wireless Security version 2.0
Highwall Personal Wireless Security dapat menjadi solusi bagi Anda yang membutuhkan keamanan saat menggunakan jaringan wireless.

JiWire Hotspot Locator 2
JiWire Hotspot Locator ini digunakan secara offline. Aplikasi ini mampu memberikan informasi lokasi access point yang ada diseluruh dunia. Didalamnya juga terdapat beberapa access point di Indonesia.

Hotspotter
Hotspotter berfungsi untuk mengenal pengakses jaringan yang ada dalam jaringan wireless lalu membandingkan identifikasi pengakses dengan daftar pengguna yang tercatat. Apabila identifikasi pendaftar ada pada daftar tersebut maka pengakses diperbolehkan pengguna jaringan. Aplikasi ini mampu menggunakan menjalankan program untuk menolak akses dari pengguna tak dikenal.

I’m InTouch 5.0
I`m InTouch adalah aplikasi yang berfungsi melayani pengaksesan PC dari jarak jauh. Caranya dengan install terlebih dahulu aplikasi tersebut pada PC Anda, setelah itu Anda bisa mengaskes secara aman PC Anda dimana saja. Berbagai kegiatan dapat dilakukan layaknya didepan PC tersebut. Disini hanya tersedia seeder-nya saja. Untuk menginstalasi aplikasi ini Anda butuh koneksi Internet agar dapat mendownload keseluruhan aplikasi yang dibutuhkan.

12Planet Instant Messaging Server 2.6
Aplikasi ini mampu membuat sebuah server untuk saling mengirim pesan singkat. Kelebihan dari aplikasi ini adalah memungkinkan tidak diperlukannya instalasi pada client. Karena aplikasi ini mampu berintegrasi dengan protokol Microsoft Messenger Instant Messaging

iPIG WiFi Hotspot VPN Security
iPIG WiFi Hotspot VPN Security adalah aplikasi yang berfungsi menjaga keamanan transfer data khususnya pada jaringan wireless.

Microsoft VirtualWiFi
VirtualWiFi adalah aplikasi yang memungkinkan penggunaan berbagai jenis jaringan wireless hanya dengan sebuah Wi-Fi card.

MiniStumbler 0.4.0
Tool gratisan ini berfungsi untuk mengetahui keadaan jaringan wireless sekitar Anda berbagai informasi secara table maupun grafis. Tool ini berjalan pada hampir seluruh Pocket PC.

NetStumbler 0.4.0
Tool gratisan ini berfungsi untuk mengetahui keadaan jaringan wireless sekitar Anda berbagai informasi secara table maupun grafis.

Network Magic 2
Network Magic adalah solusi bagi pengelolaan jaringan wireless. Membagi dokumen dan penggunaan printer dalam suatu jaringan wireless akan lebih mudah. Selain itu juga aplikasi ini dapat mendeteksi penyusup yang masuk dalam jaringan wireless yang Anda kelola.

Packetyzer
Packetyzer menampilkan tampilan menyerupai windows dan memiliki hampir semua kemampuan Ethereal. Aplikasi ini mampu menangkap paket data dan menganalisa hampir semua analisa protokol.

PCTEL Wi-Fi Roaming Client 3.100.90.1
PCTEL Roaming Client adalah tool untuk mengelola akses WiFi(802.11) jaringan. APlikasi ini mampu mendeteksi secara otomatis jaringan WiFi dan menyimpan konfigurasi jaringan.

PortMapper 1.0
PortMapper adalah aplikasi yang berfungsi untuk mengatur penggunaan port. Khususnya bagi para gamer yang sering bermain game online. Manfaat dari pengaturan port ialah dapat terhindar dari pengaksesan dari pihak luar melalui port-port yang terbuka itu.

PTS TracerPlus Wireless Server 2.1.0.59
TracerPlus Wireless Server memungkinkan perusahaan membuat sebuah server jaringan wireless yang tersedia dalam harga yang lebih terjangkau. Aplikasi ini dapat melakukan koneksi dengan database yang ada di sever dengan koneksi ODBC.

Radiuz Wizard 1.0
Radiuz dapat membuat sebuah sistem keamanan jaringan wireless yang fleksibel. Aplikasi ini menggunakan standar keamanan WPA. Pengguna dapat mengendalikan akses kendali dari luar. Radiuz Wizard secara otomatis berintegrasi dengan Windows XP dalam pengelolaan jaringan wireless.

Retina WiFi Scanner
Retina WiFi Scanner adalah aplikasi pendeteksi bentuk-bentuk tindakan penyerangan dan juga menemukan celah-celah keamanan yang akan merugikan.

SpotLock 1.6.134
SpotLock adalah aplikasi yang berfungsi untuk keamanan jaringan data sehingga terbebas dari hacker maupun sniffer. Selain itu aplikasi ini juga bisa berfungsi sebagai hotspot locator.

Weplab
weplab adalah tool yang berfungsi untuk memantau keamanan jaringan pada enkripsi WEP yang ada dalam jaringan wireless. Aplikasi ini juga menyediakan berbagai fitur serangan sehingga dapat memperkirakan syarat minimum dalam membobol keamanan dari jaringan tersebut.

WIFI Internet Access Blocker version 2.0.2
WiFi Internet Access Blocker adalah aplikasi yang berfungsi untuk menjaga jaringan wireless Anda yang terkoneksi ke Internet agar tidak disusup oleh orang lain yang ingin menggunakan internet tanpa seijin Anda.

ManageEngine WiFi Manager 4.0
WiFi Manager adalah aplikasi untuk mengelola koneksi jaringan wireless 802.11a/b/g. Aplikasi ini menawarkan tampilan berbasis web. Dengan begitu pengelolaan koneksi wireless keseluruhan jaringan dapat dengan mudah dilakukan.

WirelessMon v1.0 1000
WirelessMon adalah aplikasi yang berfungsi untuk memantau keadaan jaringan wireless yanga ada disekitar area Anda. Selain itu beberapa informasi mengenai jaringan wireless tersebut juga dapat diketahui.

SingleClick Wireless Security 2.0
Tool ini akan membantu anda dalam menjaga keseluruhan sistem keamanan jaringan wireless. Anda dapat dengan mudah mengkonfigurasi router ataupun berbagai alat pengelola jaringan lainnya.

Wi-Fi Defense
Wi-Fi Defense adalah aplikasi yang beroperasi dibalik layar, dan akan memberikan pemberitahuan apabila ada hardware yang akan masuk kedalam jaringan wireless tersebut. Pemberitahuan tersebut tersedia dalam icon dan popup window.

Zonerider Gateway 2.0
Zonerider adalah aplikasi yang memperbolehkan pembagian akses jaringan wireless kepada orang lain. Istilahnya PC kita dapat sebagai hotspot jaringan. Apabila PC kita terdapat akses internet maka mereka yang tergabung dalam jaringan tersebut akan dapat menikmati koneksi internet tersebut.